Pernahkah Anda membayangkan sebuah mushaf Al-Qur’an yang halamannya sudah robek, tintanya memudar, dan sampulnya terlepas, namun masih terus dibaca bergantian oleh puluhan santri kecil di pelosok negeri? Di pelosok, keterbatasan akses membuat mushaf layak menjadi barang yang sangat berharga.
Sedekah Al-Qur’an bukan sekadar memberikan mushaf fisik, melainkan menanam investasi akhirat. Setiap kali satu huruf dibaca, dihafalkan, dan diamalkan oleh penerima manfaat, aliran pahala kebaikan akan terus mengalir kepada orang yang bersedekah, bahkan ketika raga telah tiada.
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim)
Al-Qur’an yang Anda titipkan adalah salah satu bentuk sedekah jariyah paling nyata. Bayangkan pahala yang terlipat ganda saat mushaf tersebut dipegang oleh para penghafal Al-Qur’an yang melantunkannya setiap subuh dan petang.
Berdasarkan data lapangan Rumah Sinergi, ribuan TPQ, pesantren rintisan, dan masjid di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, Tertinggal) masih mengalami defisit mushaf layak:
Melalui program Sedekah Al-Qur’an, Rumah Sinergi Indonesia berkomitmen menyalurkan mushaf standar Kementerian Agama yang berkualitas dan ramah bagi para penghafal Al-Qur’an. Program ini mencakup:
Anda bisa berpartisipasi dalam misi kebaikan ini hanya dengan beberapa klik:
Bisa. Meniatkan sedekah jariyah atas nama orang tua yang telah meninggal dunia diperbolehkan dalam syariat Islam, dan insyaAllah pahala bacaan serta hafalannya tetap sampai kepada almarhum/almarhumah.
Penyaluran difokuskan ke pesantren tradisional pelosok, Rumah Tahfidz rintisan, TPQ pedesaan, kawasan rawan akidah, serta masjid-masjid di daerah terpencil se-Indonesia.
Rumah Sinergi Indonesia akan mengirimkan pembaruan laporan penyaluran secara berkala melalui email donatur serta mengunggah dokumentasi kegiatan di halaman resmi dan media sosial lembaga.